SEANDAINYA SAYA BUKAN MENTERI PENDIDIKAN


Ngapain saya pusing-pusing mikirin anak orang. Mau pintar kek, bego’ kek, mau kesepian di rumah setelah pulang sekolah kek, atau mau keluyuran kesana-kemari berburu pokemon kek, tentu saya gak akan ambil pusing. Lha wong bukan anak saya ini.

Akan saya pikirkan anak saya sendiri saja. Mengatur pola sosialisasi bersama teman-temannya dari pada kesepian dirumah atau keluyuran tanpa pengawasan. Akan saya dekatkan pada guru-guru nya sepanjang hari selagi saya dan isteri bekerja dan belum bisa menemani.
Lho tapi kami ada di rumah bersama mereka sepulang sekolah?.
Ya emang sih sampeyan ada dirumah, tapi kan asik mojok sendiri bersama gadget dengan jemari menari tiada henti. Udah akui aja, sampeyan enggak seterusnya mendekap mereka dalam full perhatian. Jadi sangat lucu kalo sampeyan berbicara tentang kasihan.
Lha iya bener tho, kan kasihan kalo anak kami seharian belajar terus di depan buku. Bisa stress!.
Ya saya juga enggak bego-bego amat keleeeesss. Anak saya sendiri aja enggak akan saya biarkan sepanjang hari di depan buku sampe jadi batu, apalagi anak sampeyan.

Tentu saya membayangkan sebuah instansi pendidikan dengan program-program menarik untuk anak didik. Dimana akan menunjang karakter serta mental sosialnya termasuk sensitifitas global citizenship. Sampeyan tau kan global citizenship?! Itu lho combro! like emotikon

Pastinya, saya juga menginginkan anak saya menjalani proses edukasi dengan berbagai kreatifitas dan aktifitas. Tidak melulu di depan buku. Mungkin ada pengajian, kebaktian, sembahyangan, blabla,..hingga berbagai ektrakulikuler menyenangkan yang tidak dia dapat saat pulang ke rumah terlalu cepat.

Hingga akhirnya saya membayangkan, selesailah jam ngantor saya dan istri. Lalu kami menjemputnya disekolah, dan pulang bersama ke rumah. Oh,..Indah.

Gilak kali ndro, anak orang disuruh mentelengin buku terus. Emangnya kutu?!

Sudahlah, saya pikirin saja anak saya sendiri. like emotikon

Anak sampeyan,..??!
ASU,..dahlah. like emotikon

Sumber Facebook Raditya Riefananda

0 Response to "SEANDAINYA SAYA BUKAN MENTERI PENDIDIKAN"

Post a Comment