GAWAT!!! Ahok Sepertinya Akan Menyusul Jejak Adiknya Jika Golkar Berpaling


Pertemuan 7 parpol PDIP, Gerindra, PKS, PKB, Demokrat, PAN dan PPP di Jakarta Senin (8/8) kemarin ternyata memiliki agenda ganda.

7 parpol sepakat tidak akan mengusung cagub petahana (Ahok), dan membentuk "Koalisi kekeluargaan".

Disini, mereka menyepakati dua skema yang akan dilakukan dan disepakati oleh koalisi kekeluargaan.

Ketua Tim Penjaringan Gubernur Partai Gerindra, Syarif  menjelaskan, ada dua skema yang dibahas dalam pertemuan dengan ketujuh pimpinan parpol tingkat daerah Jakarta.

Skema pertama, para parpol menunggu PDIP untuk menentukan calon sebelum pendaftaran dilakukan 19 September yang akan diusung Koalisi Kekeluargaan.

Namun, apabila PDIP mengusung pasangan calon gubernur dan wakilnya sendiri, maka skema kedua Koalisi Kekeluargaan tanpa PDIP akan mengusung Sandiaga Uno sebagai calon Gubernur.

"Meski ada dua skema. Koalisi pasti solid. PDIP di level daerah sepakat tidak mengusung Ahok. Nah kita lihat nanti, apakah dia (PDIP) menyodorkan satu paket pasangan atau hanya menyodorkan calon gubernur," terang Syarif, Senin (8/8/2016).

"Koalisi kekeluargaan akan membahas paket tersebut, kalau disepakati ya satu putaran, tapi kalau tidak ya PDIP bisa mengajukan sendiri," jelasnya, seperti dilansir Sindo

Ahok Bisa Tak Ikut Pilgub

Pelaksana Tugas Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Bambang DH menyebut dukungan Partai Golkar, Hanura, dan NasDem kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih bisa berubah.

"Kalau satu partai dari pendukung Ahok ikut kami, gimana? Bisa maju enggak dia (Ahok,-red)?" ujarnya saat ditemui di Restoran Bunga Rampai, Jakarta, Senin (8/8/2016), dikutip Tribunnews.

Dijelaskannya, satu pasang calon yang maju melalui jalur partai politik minimalnya harus mengantongi 22 kursi di DPRD DKI.

Dengan syarat tersebut, bila satu partai politik yang kini mendukung Ahok tiba-tiba berbelot, dipastikan Ahok tidak bisa mencalonkan diri.

 Jika dukungan Golkar ditarik, pencalonan Ahok bakal terjegal karena akan kekurangan jumlah batas minimal kursi dukungan di DPRD DKI



"Namanya politik bisa saja ada yang 'banting setir' karena sesuatu hal misalnya. Semua masih bisa berubah, begitu juga koalisi besar di seberang," kata Irma sambil tertawa.

Bambang DH sebelumnya mengatakan bahwa Ahok belum tentu maju pada Pilkada DKI 2017. Sebab, belum tentu tiga parpol pendukungnya mendaftarkan dia ke KPU DKI.


"Nah makanya saya tanyakan lagi, apa benar dia akan maju? Pasti atau enggak nih petahana ini bisa maju?" jelasnya.

Seperti diketahui, jadwal pencalonan pendaftaran untuk jalur independen sudah ditutup, Minggu (7/8/2016) kemarin. Dan Ahok tidak mendaftarkan lewat jalur independen, sehingga nasibnya kini tergantung pada parpol pengusung.

Pendaftaran calon pada Pilgub DKI 2017 lewat jalur parpol akan dilakukan pada 19-21 September mendatang.

Dari perolehan kursi DPRD DKI, hanya PDIP (28 kursi) satu-satunya parpol yang bisa usung calon di Pilgub DKI 2017 tanpa koalisi.

Jika salah satu parpol pengusung Ahok (Golkar/Hanura/Nasdem) bergabung dengan PDIP (sebagaimana yang disampaikan Bambang DH) maka dipastikan Ahok akan gagal ikut Pilgub DKI.

Nantinya akan ada dua pasangan calon:
1- Pasangan yang diusung PDIP (bisa plus Golkar/Hanura/Nasdem)
2- Pasanngan yang diusung Koalisi Kekeluargaan (7 partai, minus PDIP) yang akan usung Sandiaga Uno.

Ahok???

Sumber portalpiyungan

JANGAN LEWATKAN VIDEO BERIKUT

0 Response to "GAWAT!!! Ahok Sepertinya Akan Menyusul Jejak Adiknya Jika Golkar Berpaling"

Post a Comment